• Indonesia Indonesia
    ID
  • English English
    EN

Kesalahan Picking Gudang: Penyebab dan Cara Mencegahnya

kesalahan picking gudang
Foto: Gemini AI/ Winfor
Table of Contents

Kesalahan picking gudang terjadi ketika staf mengambil jenis barang, jumlah, atau lokasi produk yang tidak sesuai dengan pesanan. Kesalahan ini dapat memicu pengiriman ulang, meningkatkan biaya operasional, dan mengurangi akurasi data persediaan. Perusahaan dapat mengurangi risiko tersebut melalui standardisasi prosedur, penataan rak yang terstruktur, verifikasi barang, dan penggunaan teknologi digital.

Pemahaman tentang penyebab kesalahan picking barang membantu pengelola gudang menentukan tindakan perbaikan yang sesuai. Tata letak yang tidak jelas dapat memperlambat pencarian produk, sedangkan label yang mirip dapat meningkatkan risiko salah ambil. Sistem Warehouse Management System (WMS), barcode scanner, dan RFID juga dapat membantu staf memverifikasi identitas barang serta mencatat pergerakan stok secara lebih konsisten.

Apa Itu Kesalahan Picking Gudang?

Kesalahan picking gudang (picking error) adalah ketidaksesuaian antara barang yang diambil staf dan instruksi pada daftar pengambilan pesanan (pick list). Ketidaksesuaian tersebut dapat berupa kesalahan SKU, jumlah unit, atau lokasi penyimpanan.

Picking merupakan bagian penting dari proses pemenuhan pesanan. Kesalahan picking gudang dapat terbawa ke proses pengemasan dan pengiriman apabila perusahaan tidak menerapkan pemeriksaan lanjutan.

Untuk memahami bagaimana alur pengambilan barang dijalankan secara standar di fasilitas logistik, baca:
Order Picking Gudang: Proses dan Tahapannya

Jenis-Jenis Kesalahan Picking Gudang (Picking Error)

1. Salah Mengambil SKU Produk (Item Mis-pick)

Penyebab kesalahan picking barang seperti Item mis-pick terjadi ketika staf mengambil produk yang berbeda dari produk yang tercantum pada pesanan. Kemasan, warna, ukuran, atau nama produk yang serupa dapat meningkatkan risiko kesalahan identifikasi.

Penggunaan kode SKU yang konsisten membantu staf membedakan setiap varian produk. Label yang terbaca jelas juga membantu staf memverifikasi identitas barang sebelum mengambilnya.

Agar staf dapat membedakan kode fisik produk secara presisi saat pengambilan, pelajari:
Cara Membuat SKU Barang Gudang yang Terstruktur

2. Jumlah Barang Tidak Sesuai (Quantity Error)

Quantity error terjadi ketika jumlah barang yang diambil tidak sesuai dengan jumlah pada pesanan. Staf dapat mengambil unit terlalu sedikit atau terlalu banyak ketika proses penghitungan tidak mengikuti instruksi yang tercatat.

Perusahaan dapat mengurangi risiko ini dengan menampilkan kuantitas pesanan secara jelas dan memeriksa jumlah barang sebelum proses packing.

3. Kesalahan Lokasi Penyimpanan (Location Error)

Location error terjadi ketika staf mengambil barang dari lokasi rak yang salah. Kesalahan put-away, perpindahan barang tanpa pembaruan data, atau label lokasi yang rusak dapat memicu masalah tersebut.

Pencatatan lokasi penyimpanan yang konsisten membantu staf menemukan barang sesuai instruksi sistem.

Penyebab Utama Terjadinya Picking Error

1. Tata Letak dan Pelabelan Rak yang Kurang Jelas

Label rak yang sulit dibaca membuat staf membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan produk. Penempatan SKU serupa pada lokasi berdekatan juga dapat meningkatkan risiko salah ambil jika identitas produk tidak terlihat jelas.

Perusahaan perlu menggunakan kode lokasi yang konsisten, menjaga keterbacaan label, dan memperbarui peta penyimpanan ketika posisi barang berubah.

2. Keterbatasan Pelatihan dan Human Error Staf

Staf yang belum memahami SOP dapat melewatkan tahapan verifikasi atau salah membaca instruksi pengambilan. Kelelahan kerja dan tekanan target juga dapat mengurangi ketelitian saat staf menangani pesanan dalam jumlah besar.

Pelatihan berkala membantu staf memahami identitas produk, prosedur pemindaian, dan langkah penanganan selisih.

3. Penggunaan Metode Pengambilan yang Kurang Tepat

Metode picking yang tidak sesuai dengan pola pesanan dapat menambah perjalanan staf dan memperumit pemisahan barang. Sebagai contoh, pengambilan satu pesanan dalam satu perjalanan dapat menimbulkan banyak perjalanan berulang ketika gudang menangani banyak pesanan kecil.

Untuk menyesuaikan alur kerja pergerakan staf dengan skala gudang, simak:
Metode Picking Gudang: Jenis dan Cara Memilihnya

Dampak Kesalahan Picking Gudang bagi Operasional Bisnis

1. Pembengkakan Biaya Retur dan Pengiriman Ulang

Barang yang salah kirim dapat mengharuskan perusahaan menanggung biaya pengiriman pengganti, penanganan retur, dan pemeriksaan ulang stok. Proses koreksi tersebut juga menggunakan waktu staf yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pesanan lain.

2. Penurunan Kepuasan dan Kepercayaan Pelanggan

Pesanan yang tidak sesuai dapat mengganggu pengalaman pelanggan. Jika masalah terjadi berulang kali, pelanggan dapat mempertanyakan keandalan proses pemenuhan pesanan perusahaan.

3. Ketidakakuratan Data Persediaan Stok (Inventory Discrepancy)

Picking yang tidak tercatat dengan benar dapat menyebabkan perbedaan antara stok fisik dan stok pada sistem. Selisih tersebut dapat mengganggu perencanaan pengisian ulang dan meningkatkan risiko keputusan persediaan yang keliru.

Guna menjaga tingkat kesesuaian data stok fisik dengan pencatatan sistem, pelajari:
Strategi Meningkatkan Inventory Accuracy Dengan WMS

Cara Mencegah Kesalahan Picking Gudang

1. Standardisasi Prosedur Pelabelan dan Slotting Rak

Perusahaan perlu menetapkan standar identifikasi produk dan lokasi penyimpanan. Penempatan barang dengan permintaan tinggi pada lokasi yang mudah dijangkau dapat membantu mengurangi perjalanan staf apabila penataan tetap mempertimbangkan ukuran, berat, dan karakteristik barang.

Langkah pencegahan meliputi:

  • Gunakan kode lokasi dan label SKU yang konsisten.
  • Ganti label yang rusak atau sulit dibaca.
  • Perbarui catatan lokasi setiap kali barang berpindah.
  • Pisahkan produk serupa dengan penanda yang jelas jika diperlukan.

2. Penerapan Verifikasi Ganda (Double-Checking)

Verifikasi ganda membantu menemukan ketidaksesuaian sebelum pesanan dikirim. Staf dapat memeriksa SKU, kuantitas, dan identitas pesanan pada tahap picking atau packing.

Pemindaian barcode sebelum barang dikemas juga membantu memastikan bahwa produk sesuai dengan data pesanan, selama sistem menggunakan data produk dan aturan validasi yang benar.

3. Pelatihan Berkala untuk Tim Operasional

Pelatihan yang terstruktur membantu staf menjalankan SOP secara konsisten. Supervisor dapat menggunakan simulasi pengambilan, evaluasi kesalahan, dan pengarahan rutin untuk meningkatkan pemahaman staf terhadap prosedur kerja.

Peran Sistem Digital dan Teknologi dalam Mengurangi Kesalahan Picking Gudang

1. Pemanfaatan Barcode Scanner dan WMS

WMS membantu perusahaan mengelola pesanan, lokasi penyimpanan, instruksi picking, dan transaksi persediaan dalam satu sistem. Integrasi barcode scanner memungkinkan staf memindai produk dan membandingkan hasil pemindaian dengan instruksi pada sistem.

Jika perusahaan mengonfigurasi aturan validasi yang sesuai, sistem dapat memberikan peringatan ketika SKU atau lokasi yang dipindai tidak sesuai dengan tugas picking. RFID juga dapat mendukung identifikasi barang dan pencatatan pergerakan berdasarkan tag, reader, serta konfigurasi sistem yang digunakan.

2. Penerapan Teknologi Pick-to-Light dan Voice Picking

Teknologi pick-to-light menggunakan indikator lampu untuk menunjukkan lokasi dan jumlah barang yang harus diambil. Sementara itu, voice picking menyampaikan instruksi melalui suara sehingga staf dapat mengikuti arahan tanpa terus-menerus membaca daftar tertulis.

Kedua teknologi tersebut dapat membantu memperjelas instruksi pengambilan. Namun, hasil penerapannya tetap bergantung pada desain proses, kualitas data, pelatihan staf, dan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan gudang.

Untuk melihat opsi otomatisasi pemindaian yang dapat membantu mengurangi human error, manfaatkan:
Teknologi Picking Gudang: Jenis dan Cara Memilihnya

Kesimpulan

Kesalahan picking gudang dapat muncul akibat identifikasi SKU yang keliru, jumlah barang yang tidak sesuai, lokasi penyimpanan yang salah, serta prosedur kerja yang kurang konsisten. Perusahaan dapat mengurangi risiko tersebut melalui pelabelan yang jelas, penataan rak yang terstruktur, pelatihan berkala, verifikasi ganda, dan pengukuran kinerja picking secara rutin.

WINFOR menyediakan solusi software WMS untuk membantu perusahaan mengelola proses gudang dan pencatatan persediaan sehingga meminimalisir kesalahan picking gudang. Integrasi dengan Barcode Scanner dan RFID WINFOR dapat mendukung identifikasi barang, verifikasi pengambilan, dan visibilitas pergerakan stok sesuai kebutuhan operasional. Untuk mempelajari strategi pengelolaan gudang lainnya, baca artikel lain di website WINFOR atau hubungi tim WINFOR melalui Kontak WhatsApp yang tersedia di website untuk mendiskusikan kebutuhan bisnis.

Last Updated: 25 October 2026, 22:56

Bagikan:

Konsultasi Gratis

Berita Lainnya

  • Indonesia Indonesia
    ID
  • English English
    EN

Formulir Katalog

Isi data formulir di bawah ini untuk download katalog produk Lixil TOSTEM

[fluentform id="4"]